Mitigasi Gempa dan Likuifaksi CitraLand City Losari Makassar

25 October 2018
563 Views

MITIGASI GEMPA DAN LIKUIFAKSI

Proyek CitraLand City Losari – Makassar

@ Kawasan Centre Point of Indonesia (CPI).

 

Selasa, 23 Oktober 2018 Citraland City Losari Makassar mengadakan forum diskusi bertempat di Swiss-BelHotel untuk membahas isu gempa dan likuifaksi yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Pada kesempatan kali ini, pihak Ciputra Mengundang Pakar Geoteknik, Dr. Ir. Abd. Rachman Djamaluddin,MT, Geotech Engineer dari Witteveen Bos Indonesia, Boni Yogatama dan Resident Engineer Witteveen Bos Indonesia, Arjan De Heer.

SOIL IMPROVEMENT AREA REKLAMASI

Terkait dengan hangatnya pemberitaan tentang bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu maupun wilayah-wilayah lain di Indonesia, sebenarnya Grup Ciputra bersama-sama dengan Kontraktor PT Boskalis Indonesia dan konsultan Witteveen+Bos Indonesia (WBI) sudah sejak awal melakukan mitigasi bencana sebelum melaksanakan reklamasi. Salah satu mitigasi tersebut adalah melakukan penelitian tanah,  merencanakan konsolidasi tanah dan menetapkan desain kriteria untuk area reklamasi yang bertujuan untuk mengurangi dampak dari gempa dan likuifaksi yang mungkin terjadi sesuai dengan standar nasional dan internasional yang terupdate. PT Boskalis Indonesia dan WBI sendiri adalah kontraktor dan konsultan yang mempunyai reputasi internasional yang sangat baik dengan hasil karya yang tersebar di seluruh dunia.

Komitmen kontraktor PT Boskalis Internasional Indonesia untuk timbunan dan supply pasir reklamasi Kawasan Centre Point of Indonesia Tahap Pertama telah selesai 100%, sedangkan proses pemadatan tanah dengan teknologi reklamasi termodern sudah mencapai 98%.Untuk mencapai tingkat kepadatan yang sesuai dengan kualitas dan spesifikasi teknis atau desain kriteria yang telah ditetapkan dan dalam pengawasan yang cukup ketat oleh Witteveen Boss Indonesia. Salah satu mitigasi dalam pelaksanaan reklamasi, PT Boskalis Internasional Indonesia telah melakukan serangkaian teknologi konsolidasi dan pemadatan tanah, yang mencakup:

Pertama, PVD (Prefabricated Vertical Drain), PVD merupakan tahapan awal pemadatan dengan cara memasukkan material geotextile ke dalam tanah untuk mengeluarkan air yang berada di lapisan tanah lunak asli (lempung). Jika tidak dilakukan PVD, proses penurunan tanah bisa terjadi puluhan tahun. Fungsi PVD adalahmembantu proses konsolidasi tanah lunak (lempung) yang berada di bawah pasir timbunan. Dengan dipasang PVD tanah lunak (lempung) dapat dengan cepat memampat dan kekuatannya meningkat sehingga berpengaruh positif yang akan mengurangi guncangan gempa.

Kedua, Vibro Compaction/Floatation. Pemadatan dengan menyuntikkan besi panjang yang digetarkan  dengan bantuan air dengan tekanan yang sangat kencang.Pemadatan pasir timbunan dengan kedalaman efektif lebih dari 6 meter.

Ketiga, Cofra Dinamic Compaction. Adalah pemadatan lapisan teratas menggunakan mekanisme menyerupai palu yang memukul pasir lapisan teratas dengan berat 10 ton. Pemadatan ini menurunkan level pasir hingga 50-80 cm hanya dalam waktu sekitar 3 menit.Pemadatan pasir timbunan dengan kedalaman efektif mencapai 6 meter

Keempat, High Energy Impact Compaction (HEIC).

Pemadatan terakhir adalah pemadatan pasir timbunan lapisan teratas atau di level permukaan pasir dengan kedalaman efektif mencapai 2 meter,menggunakan roller berbentuk semanggi.

Semua tahapan pemadatan ini untuk mempercepat proses konsolidasi tanah atau ‘settlement’ serta untuk menghasilkan kepadatan tanah yang optimal. Hasil pengukuran settlement atau penurunan yang terjadi sejauh ini berlangsung sangat baik dan hasilnya sudah diverifikasioleh WBI, dimana penurunan yang terjadi akibat pemadatan ini sesuai dengan desain kriteria yang telah ditentukan.

PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Dalam melakukan mitigasi gempa yang mungkin terjadi, untuk perencanaan infrastruktur dan bangunan Grup Ciputra sudah mengacu pada aturan SNI 1726 Tahun 2012 yang dikeluarkan  oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk Perencanaan Bangunan Tahan Gempa dimana standariasi ini telah disesuaikan dengan Peta Zonasi Gempa terbaru yang diterbitkan oleh Kementrian PUPR. Tidak cukup dengan perencanaan bangunan tahan gempa saja, Grup Ciputra juga melakukan pengawasan pembangunan infrastuktur dan bangunan gedung secara ketat sesuai beberapa prosedur pengawasan internal yang telah diterapkan di proyek-proyek lain di seluruh Indonesia. Beberapa proyek yang berada di area yang mempunyai potensi gempa yang cukup tinggi dan telah terjadi beberapa kali kejadian gempa, bangunan-bangunan yang ada tersebut cukup handal untuk menahan gempa serta tidak mengalami keruntuhan dan kerusakan yang fatal. Proyek-proyek tersebut berada di Kendari, Manado, Palu, Ambon, Denpasar, Yogyakarta, Bandung, Lampung dan lain-lain. Mitigasi terhadap gempa ini adalah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas infrastruktur dan gedung yang dibangun oleh Grup Ciputra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *